Saya duduk sambil memandang monitor ini. Haha.. jujur saja, saya sedikit bingung topik apa yang mau saya angkat kali ini.
Okay, topiknya tentang 'kesetiaan'.
Hahaha... saya sedikit geli memikirkan topik yang satu ini. Kesetiaan, kesetiaan... Saya sendiri pun nggak benar-benar mengerti apa makna sebenarnya dari kesetiaan. Yang saya tahu, kesetiaan adalah sebentuk sikap dimana kita mampu bertahan terhadap apa yang kita ikat. Setuju?
Dan saya yakin, yang membaca tulisan ini pasti memiliki makna yang jauh lebih baik terhadap apa itu 'kesetiaan'.
Membicarakan kesetiaan... kita umumnya hanya fokus bahwa kesetiaan itu berhubungan dengan 'pacaran'. Saya berani jamin deh, ketika membaca judul dari tulisan ini, umumnya pikiran langsung digiring ke arah pacaran.
Saya tak memungkiri kok, kenyataan kesetiaan identik dengan pacaran. Dan saya rasa, pacaran adalah satu bentuk hubungan yang harus banyak membicarakan tentang kesetiaan. Kalau saya sendiri ditanya, sudahkah setia pada pacar? (belum punya pacar, hahaha)
Okay okay...
tapi kali ini saya nggak bermaksud untuk menggiring pembicaraan pada kesetiaan terhadap pacar kok. Tapi... kesetiaan terhadap apa yang menjadi impian kita.
Setiap pribadi, dimanapun itu, pasti mempunyai impian. Saya sendiri pun memiliki berjuta impian. Impian yang membuat saya mampu untuk berdiri tegak hingga hari ini, impian yang membuat saya mampu menghapus keringat yang menetes di wajah. (Aihlahkan..)
Karena kuatnya kekuatan impian, kita berusaha untuk mewujudkan segala macam impian-impian kita tersebut. Kita berusaha sekuat hati jiwa pikiran untuk mewujudnyatakan impian tersebut , ntah dengan jalan kita membuang masa remaja kita, membuang waktu-waktu berharga bersama keluarga, menyiksa tubuh sendiri dengan kerasnya usaha... apa sajalah, yang penting impian tersebut terlaksana.
Tapi ada kalanya kita sendiri mulai berputus asa. Putus asa terhadap kenyataan yang menyusahkan yang kita hadapi. Kita mulai limbung. Kita mulai tak pasti terhadap apa yang sudah menjadi impian kita. Kita mulai berkeringat banyak, dan mulai tak mampu untuk berusaha menghapusnya.
Yang di depan kita adalah sebuah keputusasaan. Impian itu semakin sulit diwujudkan, dan sepertinya tidak ada pilihan lain selain 'menyerah'.
Aduh... saya pun sangat sering berada di posisi yang seperti itu. Disaat segala sesuatu yang menjadi jalan untuk mewujudkan impian itu terasa berat... seperti sebuah keputusasaanlah yang menjadi jawaban dari segalanya.
Padahal tidak!
Yang kita butuhkan adalah sebuah kesetiaan. Kesetiaan terhadap impian kita, terhadap tekad kita, terhadap keinginan kita. Ya, yang kita butuhkan hanya itu.
Kesetiaan pada impian membuat kita mampu untuk berdiri kembali, mengisi energi kedua setelah sejenak energi kita hilang, menghapus keringat yang banyak bercucuran, dan kita berkata kepada dunia : SAYA BISA!
Kesetiaan pada impian membuat kita sejenak bijak untuk memikirkan langkah-langkah luar biasa dalam ikhtiar pencapaian impian. Kesetiaan membuat kita percaya bahwa kita mampu...
Kita hanya perlu setia, setia pada impian yang ingin diraih, setia pada kekuatan diri, setia bahwa kita pasti bisa...
Kesetiaan itu hal sederhana kok, tapi dari itu, kita diajarkan bagaimana untuk menghadapi segala macam tantangan dalam kehidupan, kerasnya perjalanan impian,
Go Go Go.. kita mesti setia. Setia pada impian kita, setia pada agama kita, setia pada apa yang kita yakini,, dan setia kepada pacar? (mikir keras, ahhaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar